Sekantong Coklat

It's All About My Life, My World and My Story.

Bill Of Lading (B/L)

on May 30, 2011
Dunia exim (ekspor impor) sangatlah luas. Yah, memang, sepengetahuan saya, exim memang tidak dimasukkan dalam mata kuliah manapun, kecuali kuliah jurusan pelayaran. Biasanya, untuk mengetahui exim lebih jauh, kita harus mengambil kursus secara khusus atau menunggu belas kasihan perusahaan untuk memberikan training. Karena penjabaran exim yang sangat luas, melalui postingan ini saya berharap dapat menambah wawasan Anda.
Pokok bahasan pertama yang akan saya bahas adalah Bill of Lading.


Bill of Lading
Bill of Lading yang lebih sering disebut dengan B/L (baca: BL) adalah salah satu dokumen yang diperlukan dalam ekspor impor. Dimana dokumen ini dikeluarkan dan disahkan oleh pihak pelayaran.
Bill of Lading atau konosemen adalah dokumen pengangkutan barang yang di dalamnya memuat informasi lengkap mengenai nama pengirim, nama kapal, data muatan, pelabuhan muat dan pelabuhan bongkar, rincian freight (bila dicantumkan) dan cara pembayarannya, nama consignee (penerima) atau pemesan, jumlah B/L original yang dikerluarkan dan tanggal dari penandatanganan.
Atau lebih singkatnya adalah Surat perjanjian pengangkutan antara shipper(pengirim) / consignee (penerima) dengan carrier (pengangkut)
Data yang tecantum pada B/L adalah sesuai data yang dikirimkan oleh pihakshipper berdasarkan barang yang telah di masukkan ke dalam kontainer (stuffing). Sebagai pihak pelayaran, tentu mereka tidak dilibatkan dalam proses stuffing  ini, karena itu dalam B/L selalu tercantumkan shipper load and count said to contain atau biasa disingkat dengan STC.
B/L mempunyai fungsi sebagai:
  1. Tanda terima barang atau muatan. Yang menyatakan bahwa barang telah dimuat di atas kapal.
  2. Dokumen pemilikan. Yang dapat digunakan untuk pengambilan barang di pelabuhan pembongkaran.
  3. Kontrak pengangkutan. Kontrak perjanjian bahwa barang atau muatan akan dimuat di atas kapal hingga tempat tujuan.
Ada beberapa jenis B/L diantaranya adalah:
  1. House B/L: B/L yang dikeluarkan oleh pihak forwarding (Apa itu forwarding, nanti akan dibahas lebih lanjut)
  2. Through B/L: B/L yang dikeluarkan oleh pihak pelayaran dari POL (port of loading) sampai ke POD (port of discharges) meskipun melalui beberapa pelabuhan transit.
  3. Combined Transport B/L: B/L yang meliputi pengangkutan barang dengan menggunakan lebih dari satu jenis alat transportasi. Dokumen ini menyebutkan berbagai operator transportasi (pengangkut) yang akan mengambil barang di tepat muat pengapalan dan membawanya ke tempat tujuan.
Ada banyak yang harus diisi dalam sebuah B/L. Mari kita bahas satu persatu.
1. Data customer. Terdiri dari:
a. Shipper : nama pengirim barang.
Bila pemilik asli dari barang memakai jasa forwarding, biasannya nama yang tercantum pada B/L ini adalah nama forwarding dan dari pihak forwarding sendiri akan mengeluarkan house B/L. Hal ini dilakukan oleh pihak forwarding agar pihak pelayaran tidak mengetahui siapa pemilik barang sebenarnya untuk menghindari pembajakan pemilik barang.
Hal ini terkadang terdengar ironi, karena peraturan pemerintah yang baru sekarang adalah manifest yang dikirim dalam bentuk flat file di bea cukai haruslah nama asli pemilik barang, sehingga bila forwarding mengeluarkan house B/L maka mereka akan membuat manifest sesuai house B/L mereka dan manifest tersebut dikirimkan ke pihak pelayaran untuk di kumpulkan kemudian dikirim ke bea cukai.
b. Cosignee : Nama penerima barang
Sering juga nama consignee diisi “To Order” dimana B/L yang tercantum nama ini bisa untuk diperjual belikan.
c. Notify  Party : pihak yang harus dihubingi bila barang telah sampai di POD
2. Data transport. Terdiri dari:
Vessel : Nama kapal pertama yang mengangkut barang
Voy : voyage dari kapal
POL : port of loading adalah pelabuhan asal muat barang
POD: port of discharges  adalah pelabuhan tujuan barang
Port of receipt adalah pelabuhan penerimaan barang kali pertama
Port of delivery adalah tempat tujuan barang
3. Data Kontainer terdiri nama kontainer dan nomor seal (kunci) kontainer.
4. Data Barang. Terdiri dari :
Marks & Number : mark dari barangnya
Description of goods: jumlah kemasan dan nama barangnya
Gross weight: berat kotor barang
Measurement: berat measurement
5. Nomor B/L yang ditentukan oleh pihak pelayaran
6. Term of Shipment : seperti CY/CY, CY/FO, CY/Door. Apa itu term of shipmentada baiknya dibahas lebih detail pada bahasan selanjutnya.
7. Term of Payment : cara pembayaran bisa Prepaid (bila ocean freight  dibayar di pelabuhan muat) atau Collect (bila ocean freight dibayar di pelabuhan bongkar)
8. On board date, issued date, place of issued, signature
Contoh B/L bisa dilihat di sini
Pada setiap bagian belakang B/L terdapat peraturan dari B/L. Di Indonesia sendiri kebanyakan dari pelayaran mengacu pada Hague Rules. MengenaiHugue Rules sendiri akan membutuhkan satu bab tersendiri bila ingin dibahas satu persatu.
Atas dasar data B/L ini, pelayaran membuat flat file yang akan menjadi manifest untuk bea cukai.
Switch B/LBiasa digunakan dalam perdagangan “Cross Trade” atau “Triangle shipment”
Cross trade melibatkan tidak hanya pengirim (seller) dan pembeli (buyer), tetapi terdapat tiga atau lebih pihak yang terlibat dalam transaksi, misalnya trader B tidak menghendaki penjual (seller) atau pembeli (buyer) saling mengenal, hal ini ditujukan untuk melindungi kepentingan trader B, maka dilakukanlah switch B/L.
Part Off B/L
Sering juga disebut B/L LCL (less container load), dimana container yang sama digunakan untuk lebih dari satu B/L, dengan nama shipper sama dan nama consignee yang berbeda.
Sea Waybill
Sea waybill adalah tanda terima barang (Receipt for the Goods) yang dilengkapi dengan kontrak pengangkutan dengan shipping company (evidence of contract), dan cargo dapat diserahkan kepada penerima barang seperti yang tercantum, tanpa menunjukkan document original.
Perbedaan yang cukup significant dengan B/L adalah pada “document of title”, dimana seawaybill bukan merupakan “negotiable document” (Dokumen yang dapat diperdagangkan). Seawaybill biasa digunakan dalam pengiriman satu company yang berbeda cabang
Kehilangan B/L
Apa yang harus dilakukan bila kehilangan B/L:
  1. Minta surat keterangan kehilangan dari Kepolisian (yang asli)
  2. Minta diiklankan di media lokal selama 3 hari ,bahwa ada kehilangan B/L
  3. B/L original akan diterbitkan lagi oelh pelayaran , dengan keterangan “RE-ISSUED”,
Back Date B/L
Tanggal yang tercantum dalam B/L adalah tanggal yang sesuai dengan tanggal keberangkatan kapal. Back date adalah mencantumkan tanggal B/L sebelum tanggal keberangkatan kapal. Hal ini biasanya dilakukan atas permintaan dari shipper karena tuntutan dari L/C (letter of credit). Back date B/L sebenarnya adalah penipuan., tapi tidak jarang pelayaran melakukan hal ini atas permintaan customer.
—————
Semoga dengan postingan ini bisa menambah pengetahuan tentang dunia shipping mengingat sangat jarang buku tentang shipping yang beredar. Dan tidak semua perusahaan mau melakukan training terhadap karyawan baru.
Sumber: materi training.Surabaya, Juni 2011
About these ads

15 responses to “Bill Of Lading (B/L)

  1. Siwi… matursuwon yooo….. :) :) :)

  2. mautauaja says:

    Artikelnya sangat membantu.
    Untuk penjelasan lebih lanjut tentang forwarding belum ditulis lagi ya?
    Mungkin bisa ditulis lagi tentang perbedaan House B/L dengan Master B/L. Juga keterkaitan B/L dengan Packing List.
    Lalu saya tertarik dengan kata manifest yang sesuai dengan House B/L. Mungkin Mbak Siwi bisa menjelaskan lebih rinci bentuk dan keterangan apa saja atas manifest tersebut. Ditujukan kepada siapa saja manifest yang dibuat.
    Apakah shipper diberikan juga manifest tersebut?
    Lalu bagaimana dari pihak shipper kalau barang yang dieskpor telah diterima oleh pihak Consignee (pembeli). Arus dan dokumen apa saja yang terlibat hingga uang atas pembayaran diterima oleh pihak eksportir (mungkin bisa dibedakan antara yang menggunakan L/C maupun yang tidak).
    Terima kasih sebelumnya.

    • riva82 says:

      perbedaan House B/L dengan Master B/L. Juga keterkaitan B/L dengan Packing List.
      bantu jawab untuk pertanyaan anda…

      >> saya hanya jawab pengertian gari besarny saja ya… < BL yang diterbitkan oleh perusahaan frwdr dengan details Shippernya customer ( perus. trading / frwdr lain ) selaku pengangkut brgny

      MBL –> BL yang diterbitkan oleh perusahaan pelayaran dengan Forwarder sebagai shippernya

      untuk customer yang langsung menggunakan jasa dari pelayaran, yang diterbitkan oleh Pelayaran menjadi HBL

      >> keterkaitan dengan Packing list :
      data2 details barang mengenai comodity, QTTY, GWT & NWT harus sama dengan data yang akan di declare di HBL / MBL dan harus sesuai juga dengan PEB ( Persetujuan Expor Barang )

      >> lebih rinci bentuk dan keterangan apa saja atas manifest tersebut. Ditujukan kepada siapa saja manifest yang dibuat. :
      data yang diinput oleh forwader / pelayaran sesuai dengan data PEB yang telah didaftarkan ke BEA & CUKAI dan sudah mendapatkan respon/approve dari BEA & CUKAI sehingga terbit nomor NPE
      outward manifest ini ditujukan ke pelayaran sebagai data yang terdaftar di kapal mereka dan pelayaran pun akan men-submit kembali ke bea cukai lengkap dengan data2 HBL, CONT #, QTTY, GWT, & Commodity disertai dengan HS CODE sesuai dengan PEB

      >> Apakah shipper diberikan juga manifest tersebut?
      hal ini as per request dari shipper sesuai dengan kebutuhan shipper

      >> Lalu bagaimana dari pihak shipper kalau barang yang dieskpor telah diterima oleh pihak Consignee (pembeli). Arus dan dokumen apa saja yang terlibat hingga uang atas pembayaran diterima oleh pihak eksportir (mungkin bisa dibedakan antara yang menggunakan L/C maupun yang tidak).

      arus doc. yang terlibat terbagi 2:
      – shipment dgn BL seawaybill
      – shipment dgn BL 3 original
      1. shipment dgn seaway bill :
      consignee hanya perlu menunjukkan copy scan or fax ke consignee untuk melakukan release barang kepada pihak frwdr / pelayaran setelah menerima NOA dari mereka

      biasanya digunakan oleh exportir untuk shipment yang sudah terjadi pembayaran oleh
      buyer ( consignee )

      2. shipment dgn BL 3 original
      consignee harus melampirkan BL asli untuk release barang,tanpa adanya original BL, cargo tidak akan bisa direlease
      dalam hal ini shipper biasanya menahan doc. BL di origin karena consignee belum melakukan pembayaran

      semoga info dari saya dapat bermanfaat

      • cola says:

        artikelnya sangat bagus dan membantu,
        tapi saya mau tau lebih dalam lagi tentang pelayaran
        karna saya benar2 buta tentang ilmu pelayaran

  3. Mr. H says:

    artikelnya membantu terimakasih,
    o ia mau mau nanya kalo Master B/L itu termasuk Combined Transport B/L atau Through B/L yah?

  4. fitria lismitha says:

    ini siwi anank sma 7 kah?,,

  5. I Nyoman D says:

    tq ya mbak, infonya sangat memberikan pencerahan.

  6. Muhyil says:

    Terimakasih Mbak Siwi,
    artikelnya cukup membantu

  7. hendra says:

    Sore mba Siwi. Mba Siwi, saya ada pertanyaan bodoh nih..hehe..Dokumen B/L yang orginal/ asli, bermasalah ga sih dokumen itu jika dibolongin pinggirnya (untuk diarsip)? Terimakasih mba.

  8. Dani says:

    1 BL bisa beberapa goods gak ya?

  9. akhmad yani says:

    peraturan pemerintah no berapa yang menyatakan bahwa peraturan pemerintah yang baru sekarang adalah manifest yang dikirim dalam bentuk flat file di bea cukai haruslah nama asli pemilik barang, ?

  10. yulia says:

    sangat membantu sekali postingan ini

  11. EL says:

    Selamat siang.
    Mohon bantuannya, mengapa dalam shipment laut ada yg namanya pengantar DO?
    kenapa harus ada pemgantar DO?
    Terima kasih.

  12. dea says:

    selamat siang mba,
    saya mau tanya, klo kita baru buka perusahaan freight forwarding baru,
    bagaimana caranya supaya kita bisa daftar kan House BL kita?
    dan kemana ya ?
    supaya House BL kita bisa dipakai untuk ke semua negara.

    thanks,
    dea

  13. Ida Rashid says:

    Sgt membantu …sya baru bekerja dgn pihak pelabuhan sekurangnya sya faham maksud b/l

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: