Sekantong Coklat

It's All About My Life, My World and My Story.

Review: The Last Emperor

on July 14, 2011

The Last EmperorThe Last Emperor by Paul Kramer

My rating: 4 of 5 stars

Henry Pu Yi. Lahir tanggal 7 Feb 1906 dan diangkat menjadi kaisar pada tanggal 13 Nov 1908. Tanggal 12 Feb 1912 janda permaisuri Lung Yu mengumumkan penurunan tahta Pu Yi.

Pu Yi adalah kaisar yang berkuasa hanya selama 3 tahun tanpa adanya kesadaran yang nyata akan situasi politik . Setelah kedaulatan pemerintahan China berganti menjadi Republik, Pu Yi masih diperbolehkan melanjutkan kehidupan di istana yang disebut dengan Kota Terlarang dan mempertahankan tradisi kerajaan. Hal ini tertuang dalam “perjanjian kelakuan baik”.

Di abad 20, sementara yang lainnya bisa menikmati gaya hidup modern, Pu Yi terus menghirup udara abad ke-19 dan sebelumnya. Selama masa kecilnya, dia masih diperlakukan seperti layaknya seorang raja. Dia terbiasa dipanggil Yang Mulia, Baginda dan terbiasa pula menghadapi orang berlutut dihadapannya, tak peduli orang itu lebih tua atau lebih muda darinya. Hal ini menjadikan dia bersikap berlebihan dan egois.

Ketika dia akan makan, Pu Yi hanya tinggal mengatakan “sediakan makanan pilihan”. Maka kasim di dekatnya akan mengulangi kalimat tersebut, para pengawal yang menjaga istana yang dia tempati akan meneruskannya dan mereka yang berada di luar akan mengulanginya dan seterusnya sampai akhirnya kata itu mencapai ruangan makanan pilihan kerajaan di jalan barat kota terlarang. Bayangkan jika Pu Yi mengatakan kalimat panjang dengan kasim yang mempunyai daya ingat seperti *uhuk* aki-aki, jangan-jangan nasib kalimat itu seperti nasib kalimat pada kopdar GRI ke-4 kemarin.

Pu Yi hanya diijinkan berjalan-jalan di kota terlarang, setiap dia berjalan-jalan rombongan kasim akan mengikutinya. Bagai sebuah parade. Disaat dia ingin berkunjung ke tempat di luar kota terlarang, dia tidak hanya membutuhkan 10 mobil untuk menampung semua rombongan, tetapi juga harus meminta polisi republik untuk menempatkan penjaga untuknya dan menjaga jalanan untuk melindunginya. Betapa repotnya.

Johnston tutor Pu Yi berkebangsaan Skotlandia mempunyai peran penting dalam pertumbuhan Pu Yi. Johnston telah memperlihatkan Pu Yi peradapan barat dan merangsang rasa penasaran jiwa mudanya. Pu Yi yang mulai beranjak remaja merasa dunianya sangat sempit. Dia ingin merasakan kebebasan hingga dia memiliki rencana untuk kabur dari istana yang sayangnya rencana ini gagal total.

Setelah Jepang kalah, Pu Yi ditahan oleh tentara Soviet selama 5 tahun hingga akhirnya dia dikembalikan kepada pihak China dan dipenjara selama 10 tahun kemudian di sana.

Perjalanan Pu Yi yang tidak mudah dari mulai dielu-elukan hingga dia menjadi bual-bualan teman-teman sell nya ketika dalam penjara.

Membaca buku ini membuat saya merasa marah, sedih, kasihan, kagum dan senang secara bersamaan.
Marah karena sikap Pu Yi sebagai kaisar yang semena-mena dan kejam
Sedih karena sikap keluarga Pu Yi yang berbalik memusuhinya dan menjauhinya
Kasihan karena Pu Yi yang sedari kecil tak pernah melakukan pekerjaan sepele hingga membuat dia sulit beradaptasi ketika di penjara yang semuanya harus dikerjakan sendiri.
Kagum karena akhirnya Pu Yi mengakui semua kesalahannya
Senang karena pemberian grasi khusus dan dia dibebaskan dari penjara dan menjalani hidup seperti rakyat biasa.

Sekaligus, buku ini menambah pengetahuan saya akan sejarah China.

Btw, buku ini termasuk buku “mutu” kah?

Ah, masa bodoh buku ini bermutu atau tidak, yang penting saya dapat menikmati ketika membacanya.
View all my reviews


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: